Tadah
Sayup redup kelam di atas kepalamu. Perayaan gaduh beserta guruh ramai di atas langit. Ternyata rinai bersama renyai hendak turun merendam kerak bumi. Sedang kamu di sini berencana mengumpulkan hujan ke dalam tabung yang digenggam-semenjak mendung datang tepat pada penghujung senja hari ini. Tetes demi tetes air mengisi ruang dalam tabung bening, sementara kulit kepala kamu biarkan dipeluk dingin begitu saja. Hujan yang ditaruh dalam tabung tampak rapuh bahkan dari dirimu sendiri. Beku merangkul tanganmu, sepi pikiranmu, lalu rintih kecil yang menumpang pada labiummu tidak ada yang mengerti. Selain kamu dan hujan, angin sayup-sayup menghampiri. Lekas merayu-rayu, lalu menghapus segala ragu yang terselip di sela jemarimu. Disimpannya angin dalam sakumu yang sudah basah oleh rinai. Barangkali angin adalah sisa-sisa ambisimu yang berserakan, bahkan mungkin keraguan yang kamu punguti agar tetap dalam pangkuan. Meskipun kain dalam sakumu berat oleh hujan, barangkali hujan adalah harapa...





