Januari; Mari Berkompromi
Januari memulai kesemuanya.
Putaran atas 365 hari pada chapter 23 kian menuntut ribuan ambisi. Tahun kemarin; tepatnya ketika sabit dalam parasmu pergi, hanya ada hujan deras selepas tumpukan mega hitam di pelupuk. Pahit rasanya ketika kecam cacian mengalir dalam darah. Ganas menebar duri di setiap nadi, buas meremuk tulangmu, bising dalam tempurungmu, serta merayu detak 'tuk menciptakan usik ketakutan biar bertamu.
Senja terakhir tahun kemarin berbicara sampai remah jingga sore itu jadi kuntum yang mengemas semesta. Tepatnya bunga yang tumbuh dalam retakmu berbincang kepada Januari; semoga teduh durasimu memberi bahagia.
Membumi hanyut;
bersungut-sungut dalam amarahmu
kemelut tak kunjung surut
Selamat, lukamu diabadikan.
❛ kepada narasi bulan Januari, biar membelai suraimu mesra—bersama luka yang mengharap suka.



Komentar
Posting Komentar